abot ut komuji-08.png
KOMUJININA REV.png

LATAR BELAKANG

Seiring fenomena peningkatan minat belajar agama Islam di kalangan kelompok muda perkotaan, berbagai permasalahan menyangkut pemahaman dalam Islam pun turut menyeruak. Dari perbedaan pendapat mengenai hukum musik sampai pada situasi saling serang pemikiran dalam tata cara beribadah (yang notabene telah menjadi subjek perbedaan penafsiran di kalangan ulama sejak dahulu). Tidak sedikit musisi mulai meninggalkan profesinya, disusul dengan perdebatan-perdebatan yang menjurus pada perpecahan di antara para musisi. Situasi ini membentuk friksi yang tidak jarang bernuansa dan bermuatan politik. Hal lain yang memperburuk keadaan adalah ketika seorang musisi, public figure, diperebutkan sebagai “brand ambassador” kelompok-kelompok yang silih bersaing berebut pengaruh. Sebagian besar dari fans public figure tersebut ikut terpengaruh untuk menyebarkan pahamnya masing-masing, yang selanjutnya mempertajam friksi pemikiran di masyarakat khususnya anak muda perkotaan (masyarakat urban).

Situasi tersebut mendorong keprihatinan Yadi Fauzy, alias Eggy, saat itu sebagai manajer band, untuk melakukan sesuatu sebagai bentuk respon positif. Eggy percaya, hijrahnya seorang musisi tidak harus berujung pada terhentinya proses kreatif dalam bermusik. Dia khawatir, situasi tersebut akan berujung pada perpecahan dan konflik yang serius di masyarakat. Kegelisahan itu perlahan menciptakan forum diskusi bersama teman teman dekatnya, Alga Indria (vokalis The Panas Dalam), Ahmad Akbar Siregar (gitaris Ababiels Attack), Upit (drummer The C.U.T.S), dan Asayani (Wirausaha). Kemudian, Eggy berusul membentuk wadah kajian bersama yang dapat mempertemukan semua elemen komunitas untuk berdiskusi dengan semangat persaudaraan. Selanjutnya, kelompok ini menamakan dirinya Komunitas Musisi Mengaji (KOMUJI), didirikan 17 agustus 2011, di Bandung, Jawa Barat.

KOMUJI memiliki keyakinan, hijrahnya seorang musisi justru dapat mengasah kreativitasnya sehingga melahirkan musik yang bisa menginspirasi sikap positif. KOMUJI menawarkan wajah komunitas musisi muslim yang ramah dan menghargai perbedaan. Menyajikan kajian dengan format ringan dan menyenangkan, khususnya bagi mereka yang baru mencoba mengenal agama.

 

WADAH KREATIVITAS KOMUJI

Komunitas Musisi Mengaji atau KOMUJI kemudian tumbuh menjadi sebuah komunitas yang bergerak dalam penyadaran keberagaman. Kami fokus pada pengembangan potensi diri melalui pembelajaran spiritual, berpikir kritis dan kreatif, serta terbuka dalam menghadapi perbedaan. Hal tersebut diformulasikan dalam sebuah rumusan pergaulan yang disebut 5 Core Velues  inklusif KOMUJI atau Rumus Cara Bergaul KOMUJI.

 

Sebagai komitmen untuk menyebarkan nilai ini melalui cara ramah dan menyenangkan, KOMUJI selanjutnya berkembang menjadi  wadah alternatif dan kajian komunitas di segala bidang keilmuan. Hal ini menjadikan Komuji sebagai sebuah ruang komunitas yang terbuka, mempertemukan ragam bentuk pemikiran di masyarakat perkotaan. Dari pertemuan dan relasi pertemanan, terciptalah sebuah ikatan kolaborasi antar komunitas  yang diaplikasikan ke dalam dasar pergaulan dan berbagai kegiatan positif. Spirit tersebut perlahan menemukan momentumnya saat semua elemen pelaku/pegiat dari lintas seni di Bandung, yang terdiri dari musisi, pengkaji, kelompok/komunitas, dan akademisi musik (produser, komposer, music director, manajer, dan lainya) bertemu dalam tubuh KOMUJI. Selanjutnya, memungkinkan KOMUJI menjadi wadah kreatif  yang juga berinkubasi di bidang industri kreatif.

Selain sebagai komunitas atau ruang alternatif, ke depannya KOMUJI berharap menjadi organisasi mandiri, bersinergi dengan semua pemangku kepentingan dunia kreatif, dan membantu masyarakat perkotaan dalam menemukan solusi. Terinspirasi dari sebuah hadist nabi: “sebaik baiknya manusia adalah manusia yang banyak manfaatnya“, KOMUJI percaya bahwa setiap kebaikan akan mempertemukan  beribu kebaikan lainnya. Semangat ini mendorong KOMUJI untuk terus menciptakan kegiatan positif dan kreatif dan memperluas jangkauan pergaulan. Dimulai dengan pendirian di Kota Bandung, kemudian Garut, Kuningan, Jakarta, Balikpapan, dan semoga juga hadir di seluruh kota yang ada di Indonesia.

icon-09.png
icon-12.png

Keunikan

Perbedaan

Kesetaraan

Keberagaman

Persaudaraan

1. KEUNIKAN

Mengetahui bahwa setiap kelompok /individu memiliki kekhasan  atau unik .

Bahwa setiap Individu, Kelompok, Ras, Suku, Agama, mazhab pemikiran  memiliki kebiasaan dan karakter yang berbeda-beda, begitupun pola pikir /metedologi berpikir setiap orang memiliki hal yang berbeda pula. semakin kita mengetahui perbedaan kekhasan, akan mengantarkan kita kepada memahami akan perbedaan. 

2. PERBEDAAN

Memahami Perbedaan Adalah sebuah Keniscayaan yang tidak mungkin dihindari 

Dalam realitas berkehidupan social akan ditemukan semua elemen perbedaan ini hadir ditengah kita, dengan mengetahui bahwa setiap individu memiliki hal yang khas akan mengantarkan kita memahami bahwa perbedaan adalah  sesuatu yang mutlak harus hadir dengah kehidupan ini , Hal ini merupakan  keniscayaan yang tidak mungkin kita hindari, Tuhan menciptakan manusia dengan segala perbedaan nya bahwa setiap individu, kelompok, suku, agama, ras memiliki karakteristik  dan jalan pemikiran yang berbeda pula ,  beserta konsep kebenarannya, sehingga  yang di perlukan adalah bagaimana  kita bisa menghadapi/membiasakan  dalam  perbadaan.

3. KESETARAAN

Menyadari bahwa Setiap  individu atau kelompok setara satu sama lainya 

Membiasakan diri dalam perbedaan harus didasari cara pandang yang meniadakan sikap berlebihan terhadap apapun , sikap paling benar sendiri atau paling hebat adalah sesuatu hal yang dapat menjurumuskan kita kedalam sikap  superior atau inferior. Setiap manusia baik berkaitan dengan individu  ataupun kelompok, memiliki kesetaraan dalam pilihannya karena  mereka memiliki hak dan kebebasan menentukan pilihan serta jalannya masing-masing, tidak ada yang boleh memaksakan kehendaknya masing masing, kerena mereka sesungguh nya setara di mata Tuhan 

4. KEBERAGAMAN

Menerima Keberagaman Sebagai Sebuah Kekayaan Yang Dimiliki.

Dengan melihat ketiga point diatas akan mengantarkan individu kepada penerimaan, keberagaman sebagai suatu hal yang mestinya dirayakan karena hal ini berkaitan dengan sebuah khasanah kekuatan yang dimiliki, tidak semestinya manusia menjadi takut dengan berbeda tetapi justru sebaliknya karena perbedaan inilah yang menjadikan sebuah harmonisasi hidup. Semua perbedaan hadir karena untuk saling melengkapi, bahwa kebenaran yang hadir kemuka bumi adalah sebuah kepingan yang tersebar diberbagai kelompok atau individu sekalipun. Hanya tinggal cara kita mempertemukan kepingan  kebenaran itu.

5. PERSAUDARAAN

Memiliki Rasa Persaudaraan di Antara Setiap Individu ataupun Kelompok.

Dengan mengantarkan individu memasuki 4 point proses diatas akan mengantarkan sikap untuk memiliki rasa persaudaraan antara setiap individu / kelompok,  hal ini akan memunculkan nilai kebenaran universal, bahwa setiap manusia yang lahir kemuka bumi  bersaudara karena mereka sesama mahluk Tuhan.

.

Rumah Komuji memiliki pondasi selayaknya rumah, hal ini dilakukan  agar tidak mudah runtuh  dalam  menjalankan visi misi  nya , kami menyebutnya "Five Cores Values". atau disebut juga Rumus cara bergaul ala Komuji 

Rumah Komuji memiliki pondasi selayaknya rumah, hal ini dilakukan  agar tidak mudah runtuh  dalam  menjalankan visi misi  nya , kami menyebutnya "Five Cores Values". atau disebut juga Rumus cara bergaul ala Komuji 

Five Cores Values inilah yang mendasari seluruh aktifitas yang ada di komuji ,  karena kami menyadari tanpa sebuah rumusan nilai , maka misi akan menjadi lebih sulit dijalankan . 

Dengan rumusan ini diharapkan akan mampu membuat sebuah perubahan untuk mejadi lebih baik ,bagaimana kami  berkembang untuk bisa mengetahui , memahami , menyadari ,menerima , hingga  memiliki  rasa kemanusiaan diantara sesama manusia

 

Youtube

VISI : Mendambakan sebuah masyarakat yang bisa memanifestasi  ajaran  rahmat bagi seluruh alam ,yang meliputi  hubungan dengan tuhan , hubungnan dengan manusia, dan hubungan dengan alam berdasarkan rasa kasih sayang, keadilan ,kedamaian 

MISI : Menjadi wadah pembelajaran bagi masyarakat dalam membiasakan pertemuan   keberagaman untuk menjadi kekuatan   , melalui sebuah dorongan keterbukaan pemikiran, keyakinan yang kokoh, kemampuan bertindak yang tepat , sehingga melahirkan generasi yang memiliki kharekter  terbuka, dinamis , minim konflik , penuh kasih sayang, solutif dan kreatif 

Eggie Fauzy

Co Founder, Executive Dir

Nurfitri Djatnika

Co Founder,

Project Coordinator

Alga Indria

Co Founder

Akbar Siregar

Co Founder

Tri Asayani

Co Founder

Firdaus Hadi

Program Manager

Arnie Christanti

Admin, Finance Manager

Arvie Fitriyanti

Cafe Manager

Fadel Arthagena

Creative Manager

Fajar M Fitrah

Recvolabel Manager

Jauharudin Fuad

Movie Manager

Rangga Ramadita

Event Manager

Istia Miralita

Digital Content

Muhamad Hermawan

Iman Haris

Content Strategi

Visual Designer

Ali Zaki Rahmani

Dede Multazam

Amda Aldian

Marketing & Partnership 

Digital Content Manager

Broadcast Manager

Risma Wirandha 

Dinda Kustari

Djaelani Mahaswara

Cafe Officer & Finance

Cafe Officer

Senior Trainer

Helmi Aziz

Witaradanu

Panji Sakti

Road Manager Labels

Music Lab Manager

Music Director

Akuma Kurayami

Audio Lab Officer

Lutfi Audia Pribadi

Content Creator Officer

Yudi Kondoi

Imam Kuri

Content Analyst

Music Lab Officer

Bambang K

Kresna Permana

Operational Officer

Music Lab Officer